Section Break vs Page Break: Mengatur Halaman Skripsi Tanpa Salah Pemisah
Kenali pemisah halaman dan bagian, lalu atur nomor romawi pada bagian awal serta angka biasa pada isi skripsi.
Page break untuk memulai halaman baru
Page break memindahkan teks berikutnya ke halaman baru tanpa membuat section baru. Di Word desktop Windows, Ctrl + Enter bisa digunakan untuk menyisipkannya. Ini cocok saat ingin memulai bagian pada halaman berikutnya dengan pengaturan section yang sama.
Section break untuk pengaturan yang berbeda
Section break membagi dokumen menjadi bagian yang bisa memiliki pengaturan tersendiri, misalnya orientasi halaman atau format nomor halaman. Next Page memulai section di halaman baru; Continuous memulainya di halaman yang sama. Untuk peralihan bagian awal skripsi ke BAB I, Next Page biasanya lebih sesuai.
Contoh kebutuhan: halaman awal memakai i, ii, iii, sedangkan BAB I dimulai dari 1. Sekadar menambah page break belum membuat dua section untuk pengaturan tersebut.
Atur romawi dan angka biasa
- Simpan salinan file, lalu letakkan kursor sebelum teks BAB I.
- Pilih Layout > Breaks > Section Breaks > Next Page. Periksa apakah sudah ada pemisah sebelumnya agar tidak menggandakannya.
- Buka header atau footer section BAB I tempat nomor berada, lalu matikan Link to Previous jika isinya perlu berbeda dari bagian awal. Header dan footer memiliki pengaturan tautan masing-masing.
- Atur nomor bagian awal melalui Page Number > Format Page Numbers dengan format romawi.
- Pada section BAB I, pilih format 1, 2, 3 dan Start at: 1. Jika nomor belum ada, sisipkan melalui menu Page Number.
Jika nomor masih berantakan
Periksa section tempat kursor berada dan pengaturan Start at atau Continue from previous section. Link to Previous mengatur keterkaitan header/footer; mematikannya saja tidak otomatis mengubah angka awal.
Aktifkan Home > Show/Hide (¶) untuk melihat pemisah. Jangan langsung menghapus seluruh section break karena pengaturan bagian dapat ikut berubah. Untuk halaman sampul, sesuaikan Different First Page dengan pedoman kampus, lalu cek hasil PDF dan perbarui daftar isi.
Referensi
Artikel Terkait
Heading 1, Heading 2, Heading 3: Mengatur Judul dan Nomor Subbab Otomatis
Bedakan fungsi heading dan multilevel list agar hierarki bab terbaca oleh Word dan nomor subbab tidak perlu diketik satu per satu.
Checklist Skripsi Sebelum Bimbingan agar Revisi Lebih Terarah
Daftar pemeriksaan struktur, data, sitasi, dan pertanyaan yang perlu disiapkan sebelum mengirim naskah ke dosen pembimbing.
Cara Mengatasi Masalah Format Word yang Sering Merusak Skripsi
Langkah aman menangani nomor halaman, heading, tabel lompat, dan daftar otomatis tanpa merapikan dokumen secara manual berulang kali.